SANTRI MODERAT News

Sunday, March 3, 2019

Ulama Suriah Samakan Indonesia Dengan Surga


Tasikmalaya — Santri Moderat - Pasti Aswaja — Salah satu tokoh internasional yang akan mengisi acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2019 di Banjar ialah Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi, putra Syekh Said Ramadhan Al-Buthi yang syahid terkena ledakan bom saat sedang mengisi pengajian di masjid.

Sebelum meneruskan perjalanannya menuju lokasi Munas di Pondok Pesantren (Pon. Pes.) Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo Banjar, Ketua Persatuan Ulama Suriah ini mengunjungi Pon. Pes. Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya dan diterima oleh salah satu pimpinan pesantren, KH. Abdul Aziz Affandy.

Dalam sambutannya, Syekh Taufiq mengungkapkan kekagumannya terhadap Indonesia, sampai-sampai ia menyamakan negeri ini dengan surga.

"Nahnu al-an natahayyaru fi al-jannah am fi al-dunya (saya sekarang bingung, sedang di surga atau di dunia? Red.)", katanya dengan suara bergetar dan parau, Rabu (27/02/19).

Pantauan Syaroni As-Samfuri, saat mengungkapkan kekagumannya itu, tampak bahasa tubuhnya menunjukkan kebahagiaan bisa berkunjung dan bertatap muka dengan para santri yang begitu banyak, mereka dengan tenang, damai dan nyaman mengaji, tidak seperti di negaranya yang sedang dilanda perang.

Syekh Taufiq Al-Buthi hadir bersama Syekh Musthafa Zahran dari Mesir. Seperti kunjungan-kunjungan sebelumnya di Indonesia, ulama yang juga mengajar di Universitas Damaskus ini mengenakan peci hitam khas Nusantara. (ahn/uki) 

Saturday, March 2, 2019

10 Manfaat Buah Lengkeng Bagi Kesehatan


1.Membantu Kinerja Jantung
Di dalam buah kelengkeng ditemukan sejumlah nutrisi yang berfungsi untuk menenangkan syaraf, melancarkan   sirkulasi darah dan dapat mengurangi kadar kolesterol. Dengan demikian, kinerja jantung menjadi lebih   optimal.

2.Mengatasi dan Mencegah Anemia (Kurang Darah)
Anemia merupakan penyakit kekurangan sel-sel darah merah, sehingga dapat membuat tubuh menjadi lemas, pening dan sering pingsan. Untuk mengatasi dan mencegah penyakit anemia dapat dilakukan dengan mengkonsumsi buah kelengkeng.

3.Dapat Menstabilkan Suhu Tubuh
Di dalam buah kelengkeng terdapat kandungan vitamin C yang mempunyai kemampuan menjaga suhu tubuh agar tetap hangat di musim dingin dan berperan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh terbebas dari infeksi bakteri, kuman dan virus.

4.Menenangkan Pikiran
Buah kelengkeng mempunyai kandungan anti-depresan yang berperan untuk mengatasi masalah syaraf karena dapat merelaksasi tubuh dan dapat meningkatkan fungsi syaraf, sehingga tubuh akan terhindar dari masalah insomnia (gangguan sulit tidur).

5.Meningkatkan Energi
Buah kelengkeng juga merupakan tonik alami yang dapat menambah energi yang dibutuhkan oleh tubuh saat beraktivitas, sehingga tubuh tidak cepat merasa lelah walaupun sedang menjalankan aktivitas yang berat sekalipun.

6.Mengatasi Dehidrasi
Karena mempunyai kadar air yang cukup tinggi, buah kelengkeng dapat dikonsumsi untuk menghilangkan dahaga sehingga terbebas dalam ancaman dehidrasi.

7.Meningkatkan Nafsu Makan
Kandungan nutrisi melimpah yang dimiliki oleh buah kelengkeng mempunyai fungsi untuk meningkatkan nafsu makan, sehingga dapat membuat tubuh mendapatkan berat badan yang ideal untuk orang kurus.

8.Melancarkan Sistem Pencernaan
Serat dan kadar air yang terdapat di dalam buah kelengkeng mempunyai kemampuan untuk melancarkan sistem pencernaan, sehingga terbebas dari masalah sembelit, susah buang air besar, wasir dan gangguan pencernaan lainnya

9.Menghilangkan Zat Beracun di Dalam Tubuh
Kandungan antioksidan dan senyawa fitokimia yang dimiliki oleh buah kelengkeng mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan zat-zat beracun pada tubuh dalam bentuk keringat, fesses maupun urine.

10.Menjaga Kesehatan Kulit
Di dalam buah kelengkeng terdapat kandungan nutrisi berupa potassium dan vitamin C. Kedua kandungan nutrisi tersebut mempunyai kemampuan untuk menjaga kesehatan kulit, mengencangkan kulit, menghaluskan kulit, mencerahkan kulit dan menjaga kelembaban kulit.

Selain nikmat dan segar untuk dikonsumsi secara langsung, buah kelengkeng juga dapat diolah menjadi berbagai makanan yang lezat, seperti jus kelengkeng, puding kelengkeng, es kelengkeng, sebagai campuran es buah, campuran salad buah, hiasan makanan penutup dan lain sebagainya.Walaupun mempunyai bentuk dan ukuran yang kecil, ternyata buah kelengkeng mempunyai segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi para pencinta buah-buahan, khususnya bagi mereka yang sangat suka pada buah kelengkeng ini.
Semua manfaat bisa didapatkan apabila mengkonsumsi kelengkeng dalam porsi yang bijaksana, secukupnya dan tidak berlebihan. Terlalu banyak mengkonsumsi buah kelengkeng juga dapat memberikan efek yang kurang baik bagi kesehatan tubuh, diantaranya dapat menyebabkan gangguan tenggorokan seperti radang tenggorokan, batuk dan suara serek. Oleh karena itu, tetap konsumsi dalam porsi yang sewajarnya saja.

Untuk Perdamaian Papua, Munas NU Desak Pemerintah Evaluasi UU Otonomi Khusus


Santri Moderat - Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes) yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, 27 Februari-1 Maret 2019 melahirkan sejumlah rekomendasi, salah satunya untuk perdamaian Papua.

Forum Munas-Konbes NU 2019 yang dihadiri para kiai dan pengurus tingkat wilayah NU dari seluruh Indonesia ini menilai, pembangunan dan afirmasi di Papua dan Papua Barat perlu lebih ditingkatkan sebagai implementasi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam naskah keputusan Komisi Rekomendasi disebutkan, meskipun pemerintah telah berusaha keras untuk memperbaiki kehidupan ekonomi dan politik di Papua dan Papua Barat pasca UU Otonomi Khusus No. 21 Tahun 2001, namun gerakan-gerakan yang sifatnya separatis dan tuntutan kemerdekaan masih berlanjut hingga kini. Bahkan ada kecenderungan bahwa gerakan ini makin menguat di ranah internasional.

NU mendesak pemerintah mengevaluasi aspek-aspek dari Undang-Undang Otonomi Khusus No. 21 Tahun 2001 yang belum dilaksanakan dan potensial menjadi alasan bagi lahirnya kembali kelompok orang untuk menuntut kemerdekaan. Kekuatan riil mereka tidak begitu besar di dalam negeri namun respons represif dan kekerasan akan menciptakan trauma di dalam masyarakat Papua dan Papua Barat juga akan berdampak dan memancing simpati luar negeri.

"Dalam kerangka itu, dialog dan pembangunan pemerintah perlu melibatkan komunitas-komunitas agama dan sosial termasuk kalangan di luar Papua dan Papua Barat secara intensif, terutama melalui pendekatan persuasif dan kultural untuk saling memahami untuk memperkuat semangat kebinekaan dan moderatisme-inkusif," kata Rumadi Ahmad yang pada sidang pleno terakhir bertugas membacakan butir-butir rekomendasi.

NU memiliki hubungan historis yang sangat erat dengan perdamaian Papua terutama yang direpresentasi melalui tokoh NU, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua sudah dipersiapkan ketika Gus Dur menjadi presiden, meskipun penandatangannya dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Megawati.

Gus Dur, kata Rumadi, juga yang mengembalikan harkat dan martabat rakyat Papua dengan mengganti nama Provinsi Irian Jaya menjadi Papua. Bendera bintang kejora yang begitu ditakuti juga diperbolehkan untuk dikibarkan asalkan posisinya di bawah bendera merah putih.

"Hal ini menunjukkan, NU berkepentingan untuk menjaga perdamaian di Papua dan kebijakan berkeadilan untuk rakyat Papua," tambahnya.

Diskusi sidang pleno berlangsung dinamis hingga berakhir pada Jumat (1/3) dini hari. Munas-Konbes NU yang dibuka Presiden Joko Widodo ini diikuti perwakilan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dari 34 provinsi, lembaga dan badan otonom NU di tingkat pusat, serta para kiai dari berbagai pesantren. Pagi ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla secara resmi menutup Munas-Konbes NU 2019 yang merupakan forum tertinggi setelah Muktamar.

Sebagai pelaksanaan dari mandat keagamaan dan kebangsaan, Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 menyoroti sejumlah persoalan strategis, antara lain RUU Anti-Monopoli dan Persaingan Usaha, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, bahaya sampah plastik, niaga perkapalan, bisnis money game (MLM), sel punca, politisasi agama, perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) yang menyebabkan sumur warga kering, dan lain-lain. (Mahbib/NU Online)

Berita Terkait

LOGO BAANAR PNG